Sponsors Link

Definisi Kolestasis – Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Sponsors Link

Kolestasis merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup banyak terjadi namun sering tidak teridentifikasi dengan baik. Penyakit ini berhubungan erat dengan kinerja cairan dan saluran empedu di dalam tubuh. Definisi Kolestasis terjadi karena cairan empedu mengalami penyumbatan di beberapa titik di dalam tubuh, terutama pada bagian darah.

ads

Hal ini dapat terjadi karena fungsi hati sebagai alat ekskresi berkurang yang disebabkan oleh berbagai kondisi. Bagi anda yang ingin tahu lebih jauh tentang penyakit ini, berikut penjelasannya untuk anda:

Gejala

Ketika anda menderita kolestasis, anda akan mengalami gejala-gejala seperti berikut ini:

  1. Gatal hampir pada seluruh bagian tubuh. Gatal akan terjadi pada hampir seluruh bagian kulit. Gatal ini umumnya akan terjadi tanpa adanya ruam di kulit. Selain itu, anda juga akan merasakan gatal pada 4 bulan terakhir dari masa kehamilan yang anda jalani. Akan tetapi, pada beberapa kasus rasa gatal ini akan diikuti dengan ruam yang cukup parah. Pada beberapa kasus juga rasa gatal ini benar-benar tidak tertahankan. Anda akan merasakan gatal di seluruh tubuh makin memburuk pada malam hari. Gatal ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  2. Sakit kuning pada bagian mata atau kulit. Cairan empedu terdiri dari garam empedu, pigmen empedu, dan lemak. Pada penderita kolestasis empedu akan menumpuk di dalam darah. Hal ini akan membuat mata atau kulit menjadi kuning. Zat yang menyebabkan kulit atau mata menjadi kuning adalah pigmen empedu yang menumpuk terlalu banyak di dalam darah.
  3. Urin keruh. Pigmen empedu atau bilubirin yang menumpuk di dalam darah juga akan membuat urin menjadi keruh seperti teh pekat.
  4. Feses berwarna pucat. Cairan empedu yang menumpuk di dalam darah tidak akan masuk ke dalam usus. Hal ini akan membuat feses anda berwarna lebih pucat dan banyak mengandung lemak. Anda juga dapat mengenali feses penderita kolestasis yang memiliki bau feses cukup busuk dibandingkan biasanya. Feses yang pucat juga merupakan gejala kanker hati stadium awal yang membuat saluran empedu tersumbat.
  5. Tulang yang rapuh. Pada penderita kolestasis, penyerapan vitamin D di dalam tubuh akan terganggu karena ada banyak zat lain di dalam darah. Hal ini akan menyebabkan tulang-tulang di dalam tubuh mengalami kerapuhan,
  6. Kecenderungan pendarahan. Selain vitamin D, vitamin K juga akan sulit diserap oleh tubuh yang sudah mengalami kolestasis. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan lebih mudah terjadi.

Penyebab

Kolestasis merupakan penyakit yang terjadi karena cairan empedu mengalami penyumbatan di berbagai titik di dalam tubuh. Apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Berikut ini beberapa penyebab kolestasis yang harus anda ketahui dan hindari: 

Sponsors Link

  1. Penyakit hati. Empedu terletak di sebelah organ hati. Hal ini membuat hati memiliki peran penting dalam mengatur kinerja empedu di dalam tubuh. Namun, kinerja hati bisa berkurang ketika hati mengalami berbagai penyakit. Ketika hati terserang penyakit, maka kolestasis mungkin saja terjadi kepada pengidap penyakit hati tersebut. Beberapa penyakit pada organ hati yang dapat menyebabkan kolestasis adalah hepatitis, sirosis, dan kanker hati.
  2. Penyakit saluran empedu. Terjadi berbagai penyakit pada saluran empedu sudah pasti akan mengganggu kinerja cairan empedu. Penyakit pada saluran empedu bisa menyebabkan empedu menjadi tersumbat sehingga berakhir dengan terjadinya penyakit kolestasis. Beberapa penyakit pada saluran empedu yang memungkinkan anda mengalami kolestasis adalah kanker saluran empedu, kanker pankreas, peradangan pankreas, penyempitan saluran empedu, dan batu empedu.
  3. Penggunaan obat-obatan tertentu. Hati dan empedu memiliki peran yang penting dalam mengatur obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kinerja hati dan cairan empedu. Jika obat memiliki dampak menyumbat saluran empedu, maka ini bisa membuat anda terkena kolestasis.

Pengobatan

Bagi anda yang sudah didiagnosa mengidap kolestasis, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengobati penyakit ini. Berikut ini beberapa pengobatan kolestasis yang disarankan oleh dokter dan para ahli pengobatan:

  1. Pengangkatan batu empedu. Kolestasis bisa disebabkan oleh batu empedu yang menyumbat saluran empedu. Jika hal ini terjadi, maka dokter akan melakukan pengangkatan pada batu empedu. Anda juga diminta untuk mengkonsumsi obat herbal untuk batu empedu guna mempercepat proses penyembuhan
  2. Pembukaan saluran. Salah satu yang menyebabkan kolestasis adalah saluran empedu yang terlalu sempit atau buntu. Jika ini yang menyebabkan anda mengalami kolestasis, maka anda akan melakukan operasi untuk membuka saluran empedu.
    Sponsors Link

  3. Operasi cangkok hati. Jika kolestasis disebabkan oleh organ hati yang sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal, maka anda akan melakukan operasi cangkok hati. Misalnya, operasi merupakan cara penanggulangan kanker hati untuk mengembalikan kinerja organ hati.
  4. Kolestiramin. Kolestiramin merupakan pengobatan pendukung untuk mengobati kolestasis. Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dapat mencegah terjadinya gatal-gatal di seluruh tubuh anda.

Pencegahan

Pencegahan terhadap penyakit kolestasis tentu dilakukan dengan menghindari berbagai hal yang dapat menyebabkan penyakit ini terjadi. Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah kolestasis:

  1. Rutin memeriksakan kesehatan ke dokter. Bagi anda yang sudah didiagnosa mengalami gangguan fungsi hati dan penyakit saluran empedu, anda harus memeriksakan kesehatan anda secara rutin. Dokter akan memberikan anda pengobatan yang bisa mencegah dampak lebih parah dari penyakit anda. Anda juga akan diberikan proses penyembuhan untuk mencegah komplikasi kanker hati dan penyakit hati yang lebih parah.
  2. Hindari menggunakan obat-obatan tertentu. Sebelum anda menggunakan obat-obatan, ada baiknya anda memahami dampak obat-obatan ini terhadap organ hati. Bila perlu diskusikan terlebih dahulu dengan dokter dampak dari obat-obatan yang akan anda konsumsi. Hal ini bisa mencegah dampak obat-obatan yang mungkin bisa menyumbat saluran empedu anda.

Sebagai tindakan pencegahan kolestasis juga pastikan anda selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang baik untuk organ hati. Misalnya, dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan sehat untuk penderita liver, seperti sayuran untuk penderita liver atau buah yang baik untuk penderita liver.

, , , ,