Sponsors Link

10 Ciri Ciri Penyakit Hepatitis B dan Cara Mencegahnya

Sponsors Link

Menurut data dari WHO, sebanyak 680 ribu orang meninggal akibat penyakit hepatitis B setiap tahunnya. Sehingga, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah bagi dunia internasional. Di Indonesia sendiri, menurut hasil Riskesdas pada tahun 2015 sebanyak 28 juta orang menderita penyakit hepatitis B. Dimana dari jumlah tersebut 10% diantaranya telah kronis dan mengalami sirosis dan bahkan kanker hati.

ads

Hepatitis B sendiri merupakan salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, jika tidak ditangani dengan baik, penderita bisa beresiko menderita sirosis, kanker hati atau bahkan kematian.

Meskipun berbahaya, banyak penderita hepatitis B yang tidak menyadari jika dirinya menderita penyakit tersebut sampai kondisi sudah kronis. Hal ini karena, seringkali tanda – tanda penyakit hepatitis B tidak muncul sama sekali. Gejala pertama penyakit hepatitis B sendiri baru akan muncul ketika virus sudah berkembang selama 1 – 5 bulan sejak terinfeksi.

Penularan hepatitis B sendiri bisa terjadi dengan berbagai cara diantaranya sebagai berikut :

  • Kontak seksual, Berhubungan intim degan penderita hepatisis B dapat menyebabkan penularan virus hepatitis.
  • Jarum suntik, penggunaan jarum suntik yang berulang bisa mengakibatkan penularan virus hepatitis B. Hal ini terjadi lantaran, ketika digunakan oleh penderita hepatitis B pada jarum suntik akan tercemar virus hepatitis B yang beredar melalui darah penderita. Ketik jarum tersebut digunakan oleh orang sehat maka virus ini juga akan berpindah ke aliran darah penderita dan ketika sampai di hati, maka akan terjadi infeksi virus hepatitis B.
  • Ibu dan Bayi, Ibu hamil yang menderita hepatitis B bisa menularkan penyakit hepatitis B yang dideritanya kepada anak yang tengah dikandungnya.

Ciri Ciri Hepatitis

Namun meskipun perkembangan penyakit hepatitis B dari mulai awal terinfeksi sampai terjangkiti jarang terjadi tanda – tanda yang berarti bukan berarti penyakit ini tidak bisa dideteksi sejak dini. Berikut adalah Ciri Ciri Penyakit Hepatitis B:

1. Kehilangan nafsu makan

Kehilangan nafsu makan memang mungkin hal yang sering kali terjadi. Berbagai faktor dapat menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Hanya saja, kehilangan nafsu makan bisa saja diakibatkan bahwa kamu telah terinfeksi virus hepatitis B.

2. Mual dan muntah

Seperti halnya kehilangan nafsu makan, mual atau sering muntah mungkin bukan hal yang hanya disebabkan oleh terinfeksi virus hepatitis B. Hanya saja, jika kamu sering mengalami mual atau muntah beserta tanda – tanda penyakit hepatitis B lainnya ada kalanya kamu mulai menemui dokter untuk mengecek apakah kamu benar – benar menderita penyakit hepatitis B. Sebagai penyakit yang bisa sangat berbahaya, bahkan tidak jarang bisa berakhir dengan kematian. Perawatan dini pada penderita hepatitis B bisa meningkatkan kemungkinan untuk disembuhkan.

3. Nyeri di perut bagian bawah

Rasa nyeri pada perut, terutama di tempat hati berada yaitu di rongga perut sebalah kanan tepat di bawah tulang rusuk, bisa menjadi tanda yang cukup kentara bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan hatimu. Jika kamu sering mengalami hal ini maka cepat – cepatlah untuk menemui dokter untuk periksa apakah kamu menderita penyakit hepatitis atau mungkin penyakit hati yang lain.

4. Sakit kuning

Sakit kuning merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan menguningnya kulit, dan bagian putih pada mata. Penyakit kuning sendiri sebenarnya terdiri dari 3 jenis dan tidak selalu menjadi tanda penyakit hepatitis B. Namun, penyakit kuning merupakan tanda bahwa sistem ekskresi kita, terutama pengolahan bilirubin pada hati tidak normal. Keabnormalan ini bisa saja disebabkan oleh sel – sel hati yang telah terinfeksi oleh virus. Salah satu virus yang mampu menyebabkan kerusakan hati adalah virus hepatitis B.

Sponsors Link

5. Mengalami gejala yang mirip dengan flu

Salah satu fungsi hati adalah sebagai penetral racun yang masuk ke dalam tubuh baik itu melalui sistem pencernaan atau sistem yang lainnya. Jika terjadi hal – hal yang tidak beres pada hati dan membuat hati mengalami kerusakan maka fungsi ini jelas akan terganggu. Terganggunya fungsi hati ini akan diikuti dengan sistem kekebalan tubuh kita yang mulai menurun. Sehingga, kamu akan mudah terserang penyakit terutama penyakit flu. Jadi, jika kamu merasa sering mengalami gejala – gejala flu bisa saja hal ini bukanlah flu biasa melainkan flu yang diakibatkan penyakit hepatitis.s

6. Kelelahan

Kerusakan hati akan menyebabkan tubuh menjadi kurang fit. Hal ini karena fungsi hati yang begitu penting bagi tubuh kita. Oleh karena itu, ketika hati kita terinfeksi oleh virus hepatitis B maka tubuh akan mudah lelah.

7. Demam ringan

Demam merupakan salah satu ciri yang sering muncul ketika tubuh kita sedang terinfeksi oleh virus. Begitu juga ketika kita menderita hepatitis B. Infeksi virus pada hati menyebabkan tubuh merespon dengan demam ringan yang diderita.

8. Sakit Kepala

Seperti halnya dengan demam ringan atau kelelahan yang sebenarnya bukanlah ciri pasti seseorang menderita hepatitis B atau tidak. Tapi, ada bainya jika kamu mengalami sakit kepala yang terlalu sering dan disertai ciri – ciri hepatitis B yang lain kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

9. Tinja berwarna pucat

Pada kondisi normal, hasil olahan bilirubin akan memberikan warna pada tinja. Bilirubin sendiri merupakan suatu zat yang berasal dari perombakan hemoglobin pada darah yang telah tua. Biasanya warna tinja menjadi pucat merupakan suatu tanda seseorang mengidap penyakit kuning. Karena, penyakit kuning juga bisa saja disebabkan oleh kerusakan hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B maka, ciri berupa memucatnya warna tinja bisa kamu jadikan acuan apakah kamu terkena penyakit hepatitis B atau tidak.

10. Urin berwarna gelap

Seperti halnya dengan memucatnya warna tinja, pekatnya warna urin juga merupakan salah satu gejala penyakit kuning. Pekatnya warna urin disebabkan oleh kandungan bilirubin yang ada pada urin. Hal ini biasanya disebabkan karena kandungan bilirubin yang sangat banya sehingga hati tidak mampu memproses semuanya atau dikarenakan hati memang tidak mampu memproses bilirubin ini secara normal akibat kerusakan sel. Meskipun demikian, pekatnya warna urin tidak serta merta menjadi tanda bahwa kamu mengalami kerusakan sistem ekskresi karena warna urin yang berubah menjadi pekat bisa saja terjadi lantaran kamu tengah kekurangan air atau mengalami dehidrasi.

Itulah ke 10 hal yang bisa menjadi ciri – ciri jika kita sedang menderita penyakit hepatitis B. Jika salah satu atau bahkan beberapa ciri diatas terjadi pada kamu, sebaiknya kamu segera memeriksakan kondisimu ke dokter.

Artikel Terkait :

Meskipun hepatitis B merupakan penyakit yang susah disembuhkan dan gejala yang sering kali tidak nampak ketika fasa – fasa awal infeksi tapi, bukan berarti hepatitis B menjadi sebuah penyakit yang tidak bisa dihindari. Sebelum mengetahui kira – kira hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari infeksivirus hepatitis B pada hati tentunya kita harus memahami bagaimana mekanisme penyebaran virus ini dari satu penderita ke calon penderita lain.

ads

Pencegahan Agar Terhindar dari Virus Hepatitis

Berdasarkan pada penjelasan diawal mengenai bagaimana virus hepatitis dapat menular dari satu penderita ke penderita lain bisa disimpulkan beberapa cara untuk menghindarkan diri agar tidak tertular virus hapatitis B ini. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari virus ini :

1. Vaksinasi

Vaksinasi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghindarkan diri dari serangan hepatitis. Bagaimana tidak, dengan vaksinasi kita telah meningkatkan ketahanan tubuh, terutama hati, agar mampu bertahan dari serangan virus hepatitis B. Vaksin untuk virus hepatitis B sendiri terbuat dari virus yang telah dinonaktifkan dan diberikan 3 atau 4 kali dalam 6 bulan. Contoh jenis vaksin untuk virus hepatitis B adalah Recombivax HB, Comvax, dan Engerix-B. Untuk anak – anak pemberian vaksinasi ini bisa dilakukan ketika sang anak telah berusia 12 hingga 23 bulan.

2. Berhati – hati dengan penggunaan jarum

Jarum atau penggunaan peralatan medis yang kurang steril dapat menularkan virus hepatitis B dari penderita ke penderita baru. Hal ini, bisa terjadi lantaran pada jarum atau peralatan medis yang kurang steril bisa saja telah mengalami kontak dengan penderita hepatitis. Seperti diketahui, virus hepatitis B bisa menyebar melalui darah , sehingga kontak antar darah dapat menyebabkan virus dapat berpindah ke penderita baru. Penggunaan jarum yang kurang steril ini sering kali dilakukan para pemakai narkoba yang dengan sengaja bergantian menggunakan jarum yag mungkin saja telah terdapat virus hepatitis B disana. Salah satu contoh penggunaan jarum secara bergantian yang dapat menularkan virus hepatitis B adalah ketika kamu hendak menindik atau mentato tubuhmu. Sehingga, kamu harus berhati – hati jika ingin mentato atau menindik tubuhmu, sebaiknya pastikan apakah tempat tersebut memperlakukan jarum dengan steril, atau bahkan mengganti jarum setiap kali menangani pelanggan.

3. Menghindari berbagi dengan orang lain untuk hal – hal tertentu

Memang pada dasarnya berbagi bukan merupakan hal yang buruk, malahan hal ini cukup dianjurkan. Hanya saja, ketika dihadapkan untuk berbagi peralatan pribadi seperti pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi atau bahkan peralatan medis yang telah digunakan. Hal ini, dikarenakan hepatitis dapat menyebar melalui peralatan semacam itu jika tidak disimpan secara steril. Sebagai contoh penggunaan pisau cukur yang bergantian dapat menyebabkan penyebaran virus hepatitis B jika ketika mencukur secara tidak sengaja terdapat kulit yang terluka sehingga pada pisau cukur terdapat darah yang mungkin saja mengandung virus hepatitis. Ketika pisau ini digunakan oleh orang sehat maka bukan tidak mungkin, orang tersebut dapat tertulari virus hepatitis B.

4. Melakukan hubungan seksual secara aman

Seperti diketahui bahwa salah satu cairan yang dapat menularkan virus hepatitis adalah cairan kelamin. Pada saat melakukan hubungan seksual yang tidak aman, terutama jika kamu sering kali berganti – ganti pasangan, kemungkinan penularan virus hepatitis lebih besar. Kontak cairan kelamin yang terjadi selama berhubungan seksual akan memindahkan virus dari si penderita ke calon korban yang sering kali tidak sadar akan keberadaan virus tersebut.

5. Ketahui riwayat keluarga

Mengetahui riwayat keluarga memang tidak menghindarkan kamu dari tertular dari virus hepatitis B. Hanya saja dengan kamu mengetahui riwayat keluarga kamu menjadi lebih jika saja salah satu keluargamu tengah menderita penyakit hepatitis B dan kamu memiliki kemungkinan telah tertular virus tersebut.

Artikel terkait :

Itulah hal – hal yang dapat kamu lakukan agar terhindar dari penularan virus hepatitis B. Mulailah mempraktekkannya karena seperti kata pepatah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Daripada nanti menyesal, mendingan sekarang kamu menghindari hal – hal yang beresiko menularkan virus hepatitis B kepadamu.

, ,
Oleh :
Kategori : Hepatitis