Sponsors Link

8 Cara Merawat Penderita Abses Hati di Rumah

Sponsors Link

Abses hati atau penyakit hati bernanah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang menyerang organ hati. Dimana ciri khas dari penyakit ini berupa munculnya abses atau kantung nanah di organ hati. Biasanya abses yang muncul pada hati ini memiliki ciri berwarna coklat kemerahan dan mengandung sel-sel darah putih yang mati.

ads

Abses hati ini dominan terjadi di lobus hati bagian kanan karena merupakan tempat masuknya pembuluh darah ke dalam organ. Mikroorganisme yang menginfeksi hati sendiri dapat muncul dari perpindahan infeksi di organ lainnya seperti infeksi usus buntu atau appendictis dan infeksi usus besar atau diverculitis.

Mikroorganisme masuk melalui hambatan darah dan membentuk bekuan kecil yang masuk ke dalam organ hati hingga akhirnya menyebabkan infeksi. Selain itu faktor resiko seperti penggunaan alkohol yang berlebihan, penurunan sistem imun, hingga penyalahgunaan antibiotik yang memicu resistensi bagi mikroorganisme.

Abses hati dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan gangguan hati lainnya seperti gejala penyakit hepatitis seperti demam, nyeri pada perut sebelah kanan, dan penurunan berat badan secara drastis. Pada siklus yang lebih berat penyakit ini juga dapat memunculknan tanda-tanda penyakit kuning pada penderitanya.

Penyakit ini biasa ditangani dengan metode-metode terapi abses hati yang dilakukan secara bertahap. Mulai dari pemberian antibiotik, lalu pemberlakuan prosedur penyedotan hingga operasi. Setelah menjalani penanganan untuk mengurangi gangguan abses hati, pasien akan menjalani masa perawatan untuk mempersiapkan pasien kembali ke kondisi semula. Berikut merupakan tata cara merawat penderita abses hati.

1. Minumlah Obat sesuai dengan yang Diresepkan

Setelah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dokter akan meresepkan obat-obatan yang wajib diminum untuk memaksimalkan antibodi tubuh dan mencegah infeksi lanjutan. Beberapa obat-obatan yang diresepkan biasanya mengandung efek samping sehingga pasien diharapkan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter apabila mengalaminya.

2. Berhenti Minum Alkohol

Minuman beralkohol seperti bir dan wiski bukan termasuk penyebab langsung dari penyakit abses hati, namun faktanya alkohol memang mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan hati. Alkohol dapat mengganggu kinerja enzim-enzim hati dan dapat memperberat fungsi organ hati untuk menyerap nutrisi dari darah yang mengandung alkohol tingkat tinggi. Apabila pasien ditemani seorang asisten kesehatan, disarankan untuk memberitahunya untuk mencegah anda mengonsumsi alkohol kembali.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Setelah kembali usai menjalani prosedur penanganan abses hati, pasien diharapkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang sehat seperti yang lebih banyak mengandung serat seperti sayuran selada dan pokcoy, kacang-kacangan padat seperti kacang merah. Selain itu pasien juga dapat memodifikasi jenis makanan untuk penderita abses hati yang masih diperbolehkan seperti mengubah konsumsi roti konvensional menjadi roti gandum utuh.

Memperbanyak konsumsi ikan dan mengurangi daging berlemak. Selain itu pasien juga dapat meminta konsultasi lanjutan untuk mempertimbangkan perlunya diet spesial lainnya.

Sponsors Link

4. Mengonsumsi Cairan Sesuai Anjuran Dokter

Tubuh banyak kehilangan cairan karena banyak mengonsumsi obat-obatan yang bersifat diuretik atau mendorong pengeluaran cairan tubuh selama penanganan abses hati sehingga banyak minum merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kandungan cairan dalam tubuh. Dokter biasanya menyarankan pasien untuk mengonsumsi air sebanyak 9 hingga 13 gelas air setiap harinya untuk pemulihan tubuh.

5. Memperbanyak Olahraga

Olahraga memang merupakan cara yang paling mudah untuk mencapai hidup sehat. Selain itu berolahraga secara optimal juga memiliki korelasi dengan pemulihan tubuh paska prosedur penanganan penyakit abses hati.

Olahraga secara teratur setelah keluar dari rumah sakit diketahui dapat memperbaiki tekanan darah. Selain itu olahraga juga dapat memulihkan stamina dan yang paling penting, olahraga dapat membantu meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh.

6. Mengurangi Merokok

Sama halnya dengan alkohol, rokok juga tidak memiliki hubungan langsung dengan abses hati. Faktanya rokok tidak pernah disebut sebagai faktor risiko penyebab abses hati, namun dalam masa pemulihan menghindari merokok bermanfaat untuk mengembalikan kondisi tubuh dengan tidak membebani proses detoksifikasi tubuh.

Menghindari rokok juga dapat menghindarkan tubuh dari penyakit-penyakit berat lainnya seperti kanker paru-paru, gangguan kardiovaskular, dan resiko kanker faring dan esofagus.

Sponsors Link

7. Mengatur Tingkat Stres

Stres merupakan mekanisme pada tubuh manusia untuk menghindari bahaya atau menghadapinya. Bahaya tidak selalu dipersepsikan sebagai kejadian genting namun dapat juga berupa tekanan pikiran. Stres pada faktanya dapat membebani kinerja tubuh karena mendorong produksi kortisol berlebih dan dapat mengurangi sistem imun pada tubuh manusia. Stres juga dapat membantu menghambat pemulihan tubuh dalam periode perawatan penyakit abses hati.

8. Tetap Berkonsultasi dengan Dokter dan Pemberi Layanan Kesehatan Lain

Meskipun penanganan penyakit terutama penyakit abses hati dimaksudkan untuk menghentikan prognosis dari penyakit sama sekali, namun relaps atau kambuhnya penyakit sama sekali tidak bisa diduga. Untuk itu apabila pasien kembali mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk berkepanjangan, serta munculnya gangguan pada kulit, maka disarankan untuk kembali menghubungi dokter. Selain itu segera menghubungi layanan darurat apabila diketemukan gejala kesulitan bernafas atau gangguan nyeri pada abdomen kembali muncul.

Abses hati memang dapat disembuhkan namun tanpa adanya kontrol yang ketat tetama terkait pola makan pasien maka komplikasi abses hati tetap dapat menjadi ancaman. Demikian merupakan tata cara perawatan penyakit abses hati yang dapat dilakukan baik pada saat periode penanganan maupun setelah selesai prosedur penanganan.

, , ,
Oleh :
Kategori : Abses Hati