Sponsors Link

3 Cara Mendeteksi Kanker Hati Sejak Dini

Sponsors Link

Salah satu penyakit pada organ hati yang sangat berbahaya dan harus dihindari adalah kanker hati. Penyakit ini mampu mengganggu fungsi hati sebagai alat ekskresi sehingga menyebabkan gagal hati. Bahkan ada banyak kasus kanker hati yang berakhir dengan kematian.

ads

Sebenarnya ada banyak cara menyembuhkan kanker hati yang dapat dilakukan jika gejala awal kanker hati langsung dikenali. Namun, terkadang kanker hati bisa didiagnosa ketika sudah mencapai stadium yang sudah parah sehingga pengobatan yang dilakukan tidak banyak membantu.

Jadi, bagaimana cara mendeteksi atau mendiagnosa kanker ini sejak dini sehingga bisa diobati dengan lebih cepat? Berikut ini beberapa cara mendeteksi kanker hati yang bisa anda lakukan untuk mengetahui kemungkinan anda terinfeksi kanker hati atau tidak:

  • Tes Darah

Tes darah merupakan cara mendeteksi kanker hati pertama yang akan dilakukan. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi semua jenis kanker dan beberapa jenis penyakit berbahaya lainnya.

Ketika dokter mendiagnosa anda terinfeksi kanker hati, dokter pasti akan melakukan tes darah terlebih dahulu untuk memastikan diagnosanya tersebut. Tes darah dilakukan dengan mengamati hal-hal berikut:

  1. Jumlah darah di dalam tubuh. Dokter akan mengamati jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang ada di dalam darah anda. Jika hati anda mengalami penyakit yang serius seperti kanker, maka produksi darah anda akan berkurang.
  2. Kenaikan enzim di dalam hati. Hati memproduksi dua jenis enzim, yaitu enzim AST (aspartat amionotransferase) dan enzim ALT (Alanine aminotransferase). Jika hati anda mengalami permasalahan, maka kedua enzim ini akan diproduksi dalam jumlah banyak oleh hati. Hati dapat memproduksi enzim ini jika mengalami cedera atau peradangan parah.
  3. Peningkatan protein GGT (Gamma glutamyl transferase) dan protein ALP (Alkaline Phosphatase). Kedua jenis protein ini umumnya tidak banyak diproduksi oleh hati karena dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Namun, ketika hati mengalami masalah, hati akan memproduksi dua jenis protein ini dalam jumlah yang cukup banyak.
  4. Peningkatan jumlah bilubirin. Bilubirin merupakan salah satu pigmen yang terdapat di dalam cairan empedu. Zat ini akan diekstraksi di bagian hati sebelum digunakan untuk proses lainnya di dalam tubuh. Jika hati anda mengalami masalah, maka hati akan kesulitan mengekstraksi bilubirin. Hal ini akan membuat kadar bilubirin di dalam darah menjadi tinggi.
  5. Tingkat albumin yang rendah. Salah satu fungsi organ hati adalah memproduksi protein albumin. Hati akan sedikit atau berhenti memproduksi albumin jika terdapat masalah di organ tersebut. Hal ini akan membuat kadar albumin di dalam tubuh menjadi rendah.

Tes dengan cara ini juga bisa mengetahui kemungkinan komplikasi kanker hati dan penyebab kanker hati, misalnya kanker hati yang anda derita disebabkan oleh hepatitis B atau C. 

  • Tes Pencitraan

Cara mendeteksi kanker hati berikutnya adalah dilakukan dengan tes pencitraan. Tes pencitraan biasanya akan dilakukan jika anda sudah menjalani tes darah dan dokter sudah memastikan penyakit kanker hati yang anda derita. 

Sponsors Link

Tes ini dilakukan untuk mengetahui ukuran tumor atau luasnya jaringan parut yang ada di organ hati ini. Ada berbagai jenis tes pencitraan yang digunakan untuk mendiagnosa kanker hati. Beberapa tes pencitraan yang mungkin akan digunakan adalah:

  1. Sinar-X. Tes pencitraan menggunakan sinar-X akan dilakukan dengan cara mengarahkan sinar X ke bagian perut anda. Hasil dari tes ini adalah gambar organ hati anda dalam bentuk citra hitam putih. Dari gambar yang dihasilkan, anda bisa melihat ukuran tumor atau luas jaringan parut di organ hati anda. Anda juga akan mengetahui tingkat kanker hati yang anda derita.
  2. CT (Computed Tomography) Scan. CT Scan akan dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan sinar-X. Namun, jenis sinar yang digunakan berbeda. Gambar yang dihasilkan melalui proses CT scan umumnya lebih baik dan lebih jelas dibandingkan gambar yang dihasilkan melalui sinar-x biasa.
  3. MRI (Magnetic Resonance Imaging). MRI merupakan tes pencitraan yang dilakukan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio khusus. Magnet dan gelombang radio ini diarahkan ke perut anda sehingga akan menghasilkan gambar organ hati dengan struktur lainnya yang ada di bagian perut anda. Hasil gambar dari tes pencitraan menggunakan MRI lebih jelas dibandingkan tes pencitraan menggunakan sinar-x dan CT Scan.
  4. ERCP (Endoskopi retrograde cholangiopancreatography). ERCP merupakan tes pencitraan yang akan memberikan hasil gambar paling baik dan paling jelas dari ketiga jenis tes pencitraan sebelumnya. Tes pencitraan ini menggunakan sebuah kamera kecil khusus yang disebut dengan endoskopi. Kamera kecil ini bisa membuat dokter melihat jika ada masalah pada bagian hati atau pankreas anda.
    Sponsors Link

  • Analis Jaringan

Analis jaringan merupakan cara mendeteksi kanker hati berikutnya yang digunakan oleh dokter. Tes ini juga umum disebut dengan nama biopsi hati. Dalam tes analis jaringan, dokter akan mengambil sampel jaringan hati anda. Dokter akan melakukan anestesi umum pada anda untuk membantu mengambil jaringan tersebut dari organ hati ada.

Pengambilan sampel jaringan dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut anda dan sampel akan diambil menggunakan jaruh khusus. Setelah sampel diambil, dokter akan menjahit bagian perut anda kembali untuk menutup luka bekas sayatan. Pengambilan sampel ini akan memberikan hasil yang pasti mengenai kanker yang menyerang organ hati anda.

Itulah beberapa cara mendeteksi kanker hati yang dapat dilakukan. Sebaiknya, ketika anda melihat gejala kanker hati stadium awal di tubuh anda, anda harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika kanker hati bisa dikenali lebih awal, maka cara penanggulangan kanker hati bisa dilakukan dengan lebih baik dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Selain melakukan pemeriksaan ini, anda juga bisa mengonsumsi buah pencegah kanker hati untuk menghindari kemungkinan terinfeksi kanker ini.

, , ,