Sponsors Link

4 Akibat Penyakit Kolestasis yang Sudah Menahun Dibiarkan

Sponsors Link

Empedu merupakan cairan berwarna hijau kekuningan yang akan disekresi oleh hati. Cairan ini terdiri dari berbagai zat, seperti asam empedu, kolesterol, protein, dan bilubirin yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

ads

Di dalam tubuh, empedu seharusnya dialirkan ke beberapa bagian agar dapat membantu proses metabolisme tubuh. Empedu akan membantu proses pencernaan sehingga harus dialirkan ke usus. Empedu juga berperan sebagai bakterisida yang akan membunuh mikroba di dalam tubuh.

Jika aliran empedu tersumbat, maka empedu dapat menumpuk di beberapa bagian tubuh dan ini bisa membahayakan. Empedu yang tersumbat ini menyebabkan penyakit yang disebut dengan kolestasis. Kolestasis dapat disebabkan karena terjadi beberapa penyakit pada organ hati, empedu, atau daerah lain di sekitar empedu seperti pankreas. Kolestasis bisa menjadi salah satu komplikasi kanker hati yang tidak segera mendapatkan pengobatan.

Jika dibiarkan terlalu lama, kolestasis bisa menyebabkan masalah yang lebih merugikan bagi tubuh anda. Berikut ini beberapa akibat penyakit kolestasis yang kemungkinan besar akan terjadi pada penderita kolestasis yang sudah menahun:

  • Terganggunya Proses Sekresi dan Transpor Hati

Salah satu fungsi organ hati manusia adalah melakukan sekresi di dalam tubuh. Sekresi merupakan proses yang dilakukan oleh tubuh untuk mengeluarkan enzim dan hormon dari dalam suatu kelenjar. Enzim dan hormon ini merupakan zat yang akan digunakan oleh tubuh untuk membantu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh.

Cairan empedu merupakan salah satu zat yang akan membantu proses sekresi di dalam tubuh. Jika tubuh mengalami kolestasis, maka proses transpor dan sekresi di hati akan terganggu. Beberapa zat seperti bilubirin, asam empedu, dan lemak yang seharusnya dieliminasi melalui plasma membran permukaan sinusoid akan menumpuk di beberapa tempat.

  • Transformasi dan Konjugasi Obat akan Terganggu

Kolestasis yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan gangguan pada fungsi deterjen dari asam empedu. Fungsi detergen merupakan fungsi yang dimiliki oleh asam empedu untuk mencerna lemak di dalam tubuh dan membantu proses oksidasi tubuh.

Jika fungsi detergen asam empedu mengalami gangguan, maka hal ini juga bisa mengganggu enzim sitokom P459. Sitokom P450 merupakan enzim yang berperan penting dalam proses oksidasi, sulfasi, glukoronidasi, dan konjugasi di dalam tubuh.

Terganggunya fungsi enzim ini akan membuat proses pembakaran zat makanan di dalam tubuh menjadi terganggu. Terganggunya fungsi enzim Sitokom p459 juga akan membuat tubuh kesulitan melawan berbagai logam berat dan obat yang masuk ke dalam tubuh. Logam berat obat-obat yang tidak terurai dengan baik kemudian menumpuk di dalam tubuh tentu akan membuat kesehatan anda menjadi semakin berkurang.

Selain fungsi asam empedu, fungsi hati sebagai alat ekskresi juga akan mengalami gangguan karena kolestasis. Jika fungsi ekskresi hati terganggu, maka proses proses detoksifikasi pada hati terhadap zat berbahaya dari obat-obatan pasti akan terganggu.

Sponsors Link

  • Sintesis Protein di Dalam Tubuh akan Terganggu

Akibat penyakit kolestasis menahun berikutnya adalah sintesis protein di dalam tubuh akan mengalami gangguan. Beberapa jenis protein jumlahnya akan meningkat akibat penyakit kolestasis. Juga beberapa jenis protein jumlahnya akan menurun.

Protein-protein yang jumlahnya akan meningkat adalah protein fosfatase alkali dan gamma-glutamyltransferase (GGT). Fosfatase alkali merupakan protein yang diperlukan oleh tubuh untuk memindahkan gugus fosfat. Sedangkan protein gamma-glutamyltransferase (GGT) di dalam tubuh diperlukan untuk membantu proses pengobatan atau penguraian obat yang dilakukan oleh organ hati.

Beberapa jenis protein yang jumlahnya akan berkurang karena penyakit kolestasis adalah protein albumin-globulin. Protein albumin di dalam tubuh berfungsi untuk membawa asam lemak, kalsium, dan beberapa zat lainnya ke berbagai bagian tubuh bersama dengan darah. Sedangkan protein globulin berfungsi untuk membawa beberapa jenis hormon yang dibutuhkan dalam proses pembekuan daran.

Selain disebabkan oleh kolestasis, terganggunya sintesis protein di dalam tubuh juga bisa menjadi salah satu dampak hepatitis A atau penyakit lainnya di hati, seperti abses hati.

  • Mengganggu Proses Metabolisme Asam Empedu dan Kolesterol

Akibat penyakit kolestasis berikutnya adalah terganggunya proses metabolisme asam empedu dan kolesterol. Asam empedu yang tersumbat tentu tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik. Asam empedu yang mengalami penyumbatan juga akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini disebabkan oleh produksi kolesterol di dalam hati terganggu karena proses degredasi di bagian usus mengalami penurunan.

Sponsors Link

Dengan banyaknya akibat penyakit kolestasis, sudah seharusnya anda melakukan pengobatan ketika anda menemukan gejala empedu bermasalah. Semakin dini anda mengidentifikasi dan mengobati penyakit ini, maka anda bisa menyelamatkan fungsi organ hati dan empedu anda dalam proses metabolisme tubuh.

Beberapa gejala penyakit kolestasis yang bisa anda kenali dengan mudah adalah:

  1. Gatal yang terjadi hampir pada seluruh bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  2. Beberapa bagian tubuh menjadi kuning, seperti kulit dan mata.
  3. Urin berwarna lebih keruh seperti teh.
  4. Feses berwarna lebih pucat dan berbau cukup busuk daripada biasanya.
  5. Tulang menjadi lebih rapuh.
  6. Lebih mudah mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuh.

Ketika anda merasakan ada gejala kolestasis di dalam tubuh anda, segeralah mendatangi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Ada beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kolestasis. Namun, umumnya kolestasis akan diobati berdasarkan pada penyebabnya.

Misalnya, anda mengalami kolestasis karena penyumbatan saluran empedu, maka anda akan melakukan operasi untuk membuka saluran empedu anda. Begitu juga jika anda mengalami kolestasis yang disebabkan oleh kanker hati, maka anda akan mengikuti pengobatan kanker hati agar kolestasis anda juga sembuh.

, , ,